PULUHAN PRAMUKA STAIN TAKENGON IKUTI LATIHAN KEPANDEGAAN, JALAN KAKI SEJAUH 7 KILO

TAKENGON (STAINGPA) - Pramuka STAIN Gajah Putih Takengon, Racana Aman Dimot dan Datu Beru, menyelenggarakan kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu Minggu (Perjusami) dan pelatihan kepandegaan yang dibuka pada Jumat (02/11/2018).

Kegiatan perkemahan berlangsung selama 3 (tiga) hari, 02-04 November 2018, diikuti oleh puluhan anggota pramuka. Sementara pelatihan kepandegaan diikuti oleh 25 anggota baru hasil rekrutmen tahun 2018, yang terpilih dari lebih 50 pendaftar.

Ketua Dewan Racana, Agung Rizal, mengatakan sebagai pramuka pada perguruan tinggi Islam, pandega STAIN Gajah Putih Takengon tidak hanya dituntut menerapkan nilai-nilai pancasila dan kepandegaan, tapi sekaligus nilai-nilai Islam.

“Untuk membentuk generasi patriot, cinta pada negara, dan tidak terlepas sebagai seorang muslim,” sebutnya.

Ketua Panitia Saparuda menjelaskan, anggota yang baru direkrutmen itu merupakan angkatan ke-5 sejak berdiri pada tahun 2012.

“Perkemahan ini digelar di Gedung SKB, Kecamatan Pegasing,” katanya.

Usai dibuka oleh Wakil Ketua I Dr. Al Musanna, M.Ag, para peserta berjalan kaki menuju lokasi kemah, sekitar 7 (tujuh) kilometer dari Kampus Induk Yos Sudarso.

Dalam sambutannya, Dr. Al Musanna, M.Ag menyampaikan, pramuka sebagaimana namanya ‘praja muda karana’ harus memiliki semangat muda yang menunjukkan kepada semangat berkarya dan tidak pernah puas.

“Perkemahan yang tiga hari ini diharapkan bisa memantik semangat anda sehingga bisa mengikuti kegiatan-kegiatan pramuka. Memantik semangat untuk lebih baik lagi, sehingga manfaatnya bisa dirasakan kampus dan masyarakat yang lebih banyak lagi,” ujar Waka I.

Senada itu, Wakil Ketua III Ramdansyah Fitrah, M.Si berharap kegiatan pramuka yang digelar setahun sekali itu dapat membentuk pribadi pramuka yang tegas, kritis, idealis, namun tetap santun.

“Juga menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif sehingga bisa mengisi kemajuan bangsa,” imbuhnya.

Kepada UKK Pramuka STAIN Gajah Putih, Waka III juga berharap agar kegiatan  yang dilakukan tidak hanya menunjukkan eksistensi pada tingkat lokal, lebih dari itu bisa lebih luas lagi hingga tingkat regional dan nasional. (Humas)

 

Bagikan :

Lainnya :